ARIF_The Recommended Movies
Bismillahirrahmanirrahim dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
Berikut adalah daftar film yang menurut saya memiliki kelas dan menemukan momentumnya untuk saya cantumkan sebagai film yang saya rekomendasikan. Daftar berkut bulai saya bentuk pada medio April 2009. Film yang masuk dalam daftar TOP 100 adalah film yang telah saya tonton.dan sudah tentu banyak sekali film yang belum saya saksikan. Oleh karena itu saya mengharapakn agar juga direkomendasikan menegnai film lainnya yang layak ditonton, prinsip saya menonton tidak asala nonton, sebisa mungkin kita bisa mengambil pelajaran darinya. Dan aktivitas inipun saya lakukan disenggang waktu saja, karena terlalu rasanya bila hidup hanya untuk menonton.
Dalam pengklasifian film berikut saya tidak tidak akan pernah membedakan jenis ataupun sebagainya karena ARIF suka semua jenis Film. Jenis Film indie-pun bisa masuk daftar asal sesuai dengan apa yang saya butuhkan. Sekali lagi bila daftar berikut tidak sesuai dengan penilaian anda tidak apa-apa, karena masing-masing kepala memiliki kecendrungannya sendiri. Adapun kriteria-kriteria yang bisa masuk kedalam daftar ini Adalah sebagai berikut:
Frithjof Schuon; Seorang Muallaf Penggagas Filsafat Perennial
Frithjof Schuon adalah pemikir terbesar dari ranah tradisionalis di bidang agama dan dikenal sebagai penggagas dari religio perennis, yang dalam kehidupan pribadinya dikenal juga sebagai seorang guru Sufi bernama Syaikh ‘Isa Nuruddin Ahmad al-Shadhili al-Alawi al-Maryamī setelah ia memeluk Islam.
Schuon lahir di Basel, Swiss pada 18 Juni 1907. Ayahnya Paul Schuon, keturunan Jerman, ibunya Margarete Boehler dari ras Alsatia.[1] Waktu Schuon kecil, ia tinggal dan sekolah di Basel. Setelah ayahnya meninggal[2], ibunya membawa Schuon dan saudaranya Erich Schuon kembali ke rumah keluarganya Di Mulhouse, Perancis.[3] Selanjutnya, ia menjadi penduduk dan warga negara Perancis. Pindahnya Schuon ke Mulhouse menyebabkannya sejak dini sudah menguasai bahasa Jerman dan Perancis. Di Mulhouse, berbagai karya klasik dari Timur seperti Upanishad, BhagavadGita ketika berumur 12 tahun dan gagasan Plato, Rene Guenon juga mempengaruhi pemikiran Schuon.[4]











